Halo Barabai

Inilah kota yang akhirnya saya memutuskan menetap setelah resmi menikah, Barabai. Atau yang lebih dikenal sebagai kota Apam. Dibandingkan kota-kota di daerah Jawa, Barabai tergolong kota kecil.

Dari catatan Wikipedia, kota dengan slogan Murakata (Mufakat, Rakat, dan Seiya-sekata), berpenduduk 243.460 jiwa. Saat ini dipimpin oleh Bupati H. Abdul Latif, ST, SH, MH. Lebih lengkapnya silahkan baca wikipedia.org.

Menulis tentang Barabai, saya jadi teringat tahun 2012. Saat itu seorang kawan bertanya. “Ngapain kamu ke Barabai, mau ke pedalaman?”. Itulah pertanyaan yang sulit saya jawab.

Memang sudah sering saya ke beberapa daerah di Indonesia. Khusus Kalimantan, bisa dibilang sangat sering. Rata-rata punya kekhas-an sendiri. Tapi Barabai..!!!

Kota ini memang kecil. Tidak ada aktifitas pertambangan. PAD nya juga tidak seberapa.

Maka, saya putuskan untuk menjawabnya dengan seloroh.

“Untuk sebuah pembuktian. Apakah benar, galuh banjar paling cakep ada di Barabai.”

Lalu hampir 5 tahun berlalu. Saat ini galuh banjar itu telah menjelma 2 lagi. Dan semuanya bungas.

Inilah yang namanya Barabai. Kota Apam. Dengan maskot burung Anggang. Parisj Van Borneo. Maka tidak perlu lagi pembuktian. Memang galuh banjar “pembungasnya” ada di Barabai. Halo Barabai….

Hambawang, 20160425.

Iklan

Diterbitkan oleh

Basoro

Dokter Gigi Rumah Sakit, Bapak 3 Anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s