Puskesmas Barabai Dalam Harapan

…Dengan ini saudara-saudara saya lantik sebagai pejabat eselon dilingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah….

Kira-kira begitu pengesahan dan pelantikan pejabat-pejabat eselon yang dilakukan oleh Bapak Wakil Bupati. Maka sejak tanggal 1 November 2016. Resmilah saya menjadi pejabat eselon IV. Tepatnya sebagai kepala puskesmas Barabai.

Berangkat benar-benar tidak tahu menajemen puskesmas bukan hal yang mudah bagi saya. Namun pengalaman di swasta yang pernah saya jalankan beberapa tahun terakhir, mungkin menjadi modal awal. Tinggal butuh penyesuaian disana-sini.

Benarkan menjadi pimpinan instansi pemerintahan lebih sulit dibanding sebagai CEO sebuah startup? Benarkah mengemban amanah sebagai kepala puskesmas lebih banyak makan hati? Apalagi puskesmas Barabai yang sebagian staff-nya masih berkaitan keluarga dengan pejabat-pejabat tinggi di HST. Yang secara pribadi lebih tersiksa? Lebih terkungkung birokrasi? Lebih dibatasi aturan-aturan perundang-undangan? Jawabannya: ENTAHLAH..!!!

Sampai saat ini belum ada jawabannya. Yang ada hanya anggapan. Persepsi. Juga adanya harapan.

Kalau sebagai CEO di startup yang bernah saya miliki, kebebasan mengambil kebijakan adalah mutlak. Tapi kalau sebagai kepala puskesmas yang setingkat camat atau kapolsek, mungkin pepatah “kambing hitam” bisa mewakili jika terjadi ketidak beresan rencana-rencana yang dibuat. Kambing hitam dari ketidak-becusan.

Mungkin tidak, ini kan instansi pemerintah, yang punya slogan “seperti tahun kemarin” atau punya motto “business as usual”. Dengan demikian lakukan saja program kegiatan yang sudah ada petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya. Yang penting tidak salah. Lalu bagaimana dengan inovasi?

Lalu bagaimana dengan iklim kedisiplinan dan etos kerja? Kan bekerja sebagai PNS selalu diidentikkan dengan etos kerja buruk dan ketidakdisiplinan? Selama pengamatan 2 minggu ini, mungkin kedisiplinan dan etos kerja terbaik sebagai pelayan masyarakat ada di Puskesmas Barabai. Kalaupun ada 1-2 orang saya masih bisa maklum. Toh di startup yang pernah saya pimpin ada juga ditemukan hal yang sama. Walaupun nuansanya lain.

Bagaimana soal pengaruh sebagai keluarga pejabat? Kan banyak staff dari keluarga pejabat. Mungkin juga ada titipan-titipan khusus? Juga bagaimana dengan campur tangan politik? Toh naik-turunnya jabatan diera otonomi adalah produk politik? Untuk dua hal diatas sayapun meragukannya. Saya lebih banyak melihat, biasanya para pegawai pemerintah akhirnya ikut-ikutan berpolitik ataupun mencari pengaruh-pengaruh dari pejabat SKPD diatasnya. Dan ini juga tidak terjadi pada staff saya di Puskesmas Barabai.

Maka saya jadi curiga, kesulitan dan keluhan yang ada saat menjabat posisi pejabat eselon (di Puskesmas Barabai), lebih disebabkan kita sendiri yang tidak bisa bekerja dan berinovasi. Aasan, dalih, kambing hitam, dan sebangsanya terlalu mudah dicari.

Maka pada akhirnya semua kembali kepada kita. Siapa saya. Kalo dibilang menjadi Kepala Puskesmas itu sulit, berarti tidak percaya dengan kemampuan sendiri. Padahal pengangkatan pejabat eselon dilingkungan Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah sudah melewati proses assesment. Yang artinya sudah terukur dan terencana. Lalu dimana yang bekerja enak? Tidak repot? Tidak stress? Yang sarana dan prasarananya sudah lengkap? Juga yang bisa semaunya. Siapa orangnya?

Jawabannya adalah orang yang tidurnya nyenyak walau kapanpun dan dimanapun. Orang yang tidak mikir cicilan-cicilan. Yang tidak mikir target. Yang tidak mikir laporan-laporan dan tanggung jawab. Siapa? ya orang gila.

Maksud saya, berhentilah mengeluh. Bulatkan tekat. Bekerjalah sepenuh hati. Atau kalau tidak, maka tidurlah. Bangunlah pagi-pagi sekali. Datanglah kepasar. Lalu mulailah senyum-senyum, atau sekalian tertawa sekeras-kerasnya.

Barabai. 23:00 26112016

Iklan

Diterbitkan oleh

Basoro

Dokter Gigi Rumah Sakit, Bapak 3 Anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s